Harap berhati-hati terhadap oknum yang mengatasnamakan bendahara STIKes Kepanjen. Segala bentuk pembayaran melalui loket keuangan kampus STIKes Kepanjen atau transfer melalui rekening bank atas nama STIKes Kepanjen dan rekening bukan atas nama pribadi. Selengkapnya..
Kalender
« Sep 2021 »
M S S R K J S
29 30 31 1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 1 2
3 4 5 6 7 8 9

PERAN MAHASISWA DALAM CHECK POINT PPKM

Penyakit virus corona (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus corona. Sebagian besar orang yang tertular COVID-19 akan mengalami gejala ringan hingga sedang, dan akan pulih tanpa penanganan khusus. Virus yang menyebabkan COVID-19 terutama ditransmisikan melalui droplet (percikan air liur) yang dihasilkan saat orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau mengembuskan nafas. Droplet ini terlalu berat dan tidak bisa bertahan di udara, sehingga dengan cepat jatuh dan menempel pada lantai atau permukaan lainnya. Indonesia mencatatkan 45.416 kasus baru COVID-19 pada Sabtu (24/7/2021). Tercatat total pasien aktif kini ada sebanyak 574.135 orang. COVID-19 mengalami kelonjakan dengan trend saat kini kasus semakin hari semakin naik sehingga pemerintah Indonesia mengeluarkan satu kebijakan yakni PPKM. PPKM adalah singkatan dari Perberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Pemerintah sudah resmi menetapkan pemberlakukan PPKM atau PPKM darurat sejak 3 Juli sampai 20 Juli 2021dan terjadi perpanjangan sampai dengan tgl 26 Juli 2021. PPKM diberlakukan untuk membendung laju kenaikan angka positif virus corona atau Covid-19. Awalnya, PPKM diberlakukan di wilayah Jawa dan Bali. Jawa Timur khususnya wilayah Malang telah memberlakukan PPKM juga, dalam menghadapi hal tersebut STIKes Kepanjen turut berperan aktif dalam program PPKM khusus di pada titik checkpoit yang berada diwilayah Malang.

Ketua STIKes Kepanjen ibu Dr. Riza Fikriana S.Kep.,Ns.,M.Kep menyampaikan “STIKes Kepanjen telah menerjunkan sebanyak 166 mahasiswa yang terbagi dalam 2 periode dan tersebar ke 7 titik checkpoint yang berada di wilayah Malang yakni Exit tol Singosari, Bakpotelo, Exit tol Lawang, Exit tol Pakis, Karangkates, Ampelgading dan Kasembon. STIKes Kepanjen telah bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Malang dalam program tersebut. Mahasiswa mengambil peran dalam penjagaan checkpoint dan berkolaborasi dengan beberapa profesi lain seperti TNI, POLRI, Puskesmas setempat. Mahasiswa terbagi dalam beberapa shift sesuai dengan checkpoint masing-masing”. Salah satu Koordinator mahasiswa Novi Mahasiswi Tingkat Akhir Prodi Keperawatan Program Diploma yg bertugas di Pintu Checkpoint Kasembonmenuturkan bahwa “ Saya sebagai mahasiswa merasa bermanfaat untuk sesama selama proses penjagaan dititk cekpoint karena bisa membantu dan berperan secara langsung dalam masa pandemi selain itu saya juga dapat membangun relasi didalam kerja tim dari berbagai profesi yang ada, saya juga menyambut baik antusias program ini karena saya juga mendapatkan pengalaman lapangan khususnya skill kompetensi pengambilan swab antigen”. Selama Proses bertugas di checkpoint mahasiswa juga telah mendapat kunjungan oleh Bapak Bupati Malang Bapak Drs. H.M. Sanusi, M.M.

1 2 3

4 5

Kirim ke teman | Versi cetak

Berita "Berita Kampus" Lainnya